Okulasi Hipokotil Tanaman Kakao


Cara Melakukan okulasi Hipokotil Untuk Tanaman Kakao
Oleh: Sukardi (@sukardieddie)
Sumber: PTPN 1 Regional 5

Apa itu Okulasi Hipokotil?

Okulasi hipokotil pada kakao adalah teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara menempelkan mata tunas dari tanaman kakao unggul (batang atas) ke bagian hipokotil (batang bagian bawah yang masih sangat muda).

Tujuan Okulasi Hipokotil

Menggabungkan sifat unggul: Menyatukan perakaran yang kuat dari batang bawah dengan produktivitas atau ketahanan penyakit tinggi dari batang atas.
  • Efisiensi entres: Penggunaan mata tunas (entres) lebih hemat karena hanya memerlukan satu mata tunas per bibit.
  • Pertumbuhan seragam: Menghasilkan tanaman baru yang memiliki sifat genetik sama persis dengan induk asalnya.

Alat dan Bahan Untuk Praktik Okulasi Hipokotil

  • Bibit Kakao berumur ± 2 minggu
  • Pisau tajam / pisau okulasi
  • Alkohol 70%
  • Parafilm (plastik khusus okulasi)
  • Entres / mata tunas kakao unggul
  • Kain atau kertas bersih (sebagai pengalas permukaan tanah)

Langkah-Langkah Pelaksanaan Okulasi Hipokotil

Persiapan Media & Bibit:

Letakkan bahan pengalas (kertas atau kain bersih) di atas permukaan tanah dalam polybag untuk mencegah irisan batang bersentuhan langsung dengan tanah saat proses pengirisan.

Pemilihan Bibit:

Gunakan bibit kakao yang berumur sekitar 2 minggu atau saat diameter batang sudah cukup besar, kondisi batang masih hijau, dan belum menumbuhkan daun.

Pengirisan Batang Bawah:

Lakukan pengirisan di bawah kotiledon dengan arah irisan ke bawah sepanjang kurang lebih 2 cm. Potong sebagian kulit batang pada area yang telah diiris.

Pengambilan Mata Tunas (Entres):

  • Pilih cabang entres yang sehat, bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki mata tunas yang baik.
  • Iris kulit batang entres pada bagian kanan dan kiri mata tunas secara memanjang.
  • Lanjutkan irisan pada bagian atas dan bawah mata tunas hingga membentuk potongan persegi panjang yang pas.
  • Lepaskan potongan kulit batang secara hati-hati menggunakan pisau okulasi agar mata tunas tidak rusak. Pastikan mata tunas ikut terambil bersama kulitnya dalam kondisi utuh.

Penyisipan Mata Tunas:

Masukkan mata tunas dari entres yang sudah diambil ke dalam irisan batang bawah dengan pas dan rapat.

Penyungkupan dan Pengikatan:

Ikat atau bungkus bagian tempelan mata tunas menggunakan plastik Parafilm. Dimulai dari bagian tengah, kemudian lilitkan ke arah bawah, dan dilanjutkan ke arah atas hingga tertutup rapat agar tidak kemasukan air atau udara luar.

Perawatan & Evaluasi (21 Hari):

Tunggu selama 21 hari untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan okulasi. Jika berhasil, tunas baru akan mulai tumbuh. Sungkup tidak perlu dibuka secara paksa karena tunas baru nantinya akan menembus plastik sungkup secara mandiri seiring pertumbuhannya.
Previous Post Next Post